Ihyâ', Tasawuf untuk Ahli Fikih, Al Habib Luthfi dalam Seminar Tasawuf Kuliah Syariah


Tasawuf harus selalu bersanding dengan fikih, bahkan seorang sufi yang tidak mengerti fikih tidak bisa dikatakan sebagai seorang sufi sejati. Kesimpulan inilah yang muncul dalam kuliah umum tasawuf yang digelar oleh Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri dengan tema, Mengkoneksikan Tasawuf dengan Fikih dalam Menjawab Tantangan Zaman.

Acara yang dihelat Jumat (20/05) di aula Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri itu menghadirkan tokoh tarekat Indonesia, Habib Luthfi bin Yahya, dan Sekretaris PBNU, KH Sadid Jauhari.

KH Sadid banyak menyinggung tentang porsi tasawuf dalam fikih dan porsi fikih dalam tasawuf. "Perlu proporsional dalam tasawuf, sehingga tidak mucul tasawuf yang kelewat batas dan fikih yang kelewat batas," terang Pengasuh Pondok Pesantren Assunniyah Kencong Jember ini.

Pekerti yang baik, lanjut KH Sadid, merupakan inti dari tasawuf. Dalam kesempatan itu, KH Sadid juga menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kecenderungan akademis saat ini. Tasawuf hanya dijadikan kajian saja, tapi tidak diamalkan dalam perbuatan sehari-hari.

Sementara itu, Al Habib Luthfi bin Yahya, mengungkap panjang lebar tentang keterkaitan seluruh anggota tubuh dengan hikmah-hikmah hukum yang ada dalam fikih. Di samping itu, Ketua Umum MUI Jateng ini juga sangat menekankan keharusan seorang sufi untuk mengetahui fikih secara detail. "Kullu sûfiyin faqîh, (Semua orang sufi adalah ahli fikih)," ungkapnya.

Al Habib Lufhfi juga menjelaskan, pedoman tasawuf bagi ahli fikih adalah Kitab Ihyâ' Ulumiddin karya Imam al-Ghazali, sedangkan tasawuf untuk ahli tauhid adalah al-Hikam karya Imam Ibnu Atha'illah.

Ulasan Rais Aam Jam'iyyah Ahlith-Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah ini juga sempat membuat para peserta berdecak kagum, karena dalam penyampaiannya dapat ditangkap bahwa selain pakar tasawuf, ternyata beliau juga banyak mengetahui dunia kedokteran, bahkan musik.

Kehadiran Al Habib Luthfi ini juga membuat kuliah umum memiliki daya tarik yang tinggi. Tidak hanya santri senior saja yang hadir sebagai peserta, tapi juga para ulama dan habaib, baik dari Sidogiri maupun dari daerah-daerah Pasuruan yang lain. (Ikbal Akkad/BS) 

---------------------
"Dikutip dari Fans Page Habib Luthfi"
Oldest